Senin, 02 Januari 2017

Pengertian Umum tentang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)

Pengertian Umum tentang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) - Bagi anda yang sudah memiliki kendaraan bermotor pasti sudah tidak asing lagi dengan nama BPKB, nama panjang dari BPKB itu sendiri adalah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor. BPKB merupakan surat penting bagi pemilik kendaraan, karena sebagai bukti surat kepemilikan kendaraaan pribadinya. Manfaat BPKB juga bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman uang di leasing atau finance terpercaya seperti gadai bpkb mobil sehingga anda bisa mendapatkan pinjaman dengan cepat.

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang disingkat dengan BPKB dapat disamakan dengan sertificate of ownership dan bukti sah kepemilikan kendaraan bermotor. Pada umumnya BPKB tidak selalu dibawa bersama kendaraan dan hanya disimpan di rumah. Berbeda dengan SIM dan STNK, SIM dan STNK wajib hukumya untuk dibawa oleh setiap pengguna kendaraan bermotor saat melakukan perjalanan baik jauh maupun dekat. BPKB ini sama seperti surat-surat beharga, BPKB juga dapat dijadikan jaminan di perbankan sebagai syarat pinjaman atau bisa juga digadaikan di penggadaian. BPKB adalah sebuah surat atau tanda bukti yang sah yang dimiliki oleh seseorang sebagai pemilik kendaraan bermotor hasil dari transaksi yang sah. Apabila pemilik kendaraan bermotor tidak memiliki BPKB, maka sudah dipastikan bahwa dasar kepemilikan kendaraan tersebut adalah hasil dari transaksi yang tidak sah atau hasil dari tindak kejahatan seperti curanmor, penadah hasil curanmor, dan black market (pasar gelap).

Pengadaan BPKB ditetapkan oleh Polri dalam bentuk buku berukuran 17 x 12 cm, dengan cover berwarna biru tua dan warna tulisan putih perak, terdapat nomor BPKB, terdiri dari 22 halaman dengan warna dasar keabu-abuan. Untuk menghindari tindak kejahatan seperti pemalsuan, BPKB dilengkapi dengan tanda air (watermark), serat warna-warni kasat mata (invisible fibre), dan benang pengaman hologram.

Buku Pemilik Kendaraan Bermotor berisi informasi data sebagai berikut:

    Nama dan alamat pemilik.
    Nomor polisi atau nomor pendaftaran kendaraan bermotor.
    Jenis kendaraan.
    Jumlah roda dan sumbu.
    Merek dan tipe.
    Asal-usul kendaraan.
    Cara mengimpor.
    Nama perusahaan penjual atau dealer.
    Tahun pembuatan dan perakitan.
    Nomor rangka landasan kendaraan bermotor.
    Nomor motor penggerak/mesin.
    Jenis bahan bakar.
    Warna dasar kendraan.
    Keterangan pabean untuk kendaraan yang diimpor.
    Nomor dan tanggal sertifikat uji tipe dan sertifikat registrasi uji tipe atau nomor buku uji berkala untuk kendaraan bermotor yang tidak diwajibkan uji tipe.

Di dalam buku BPKB terdapat halaman-halaman kosong yang bertujuan untuk memuat informasi data perubahan yang kemungkinan akan dilakukan oleh pemilik. Informasi/data perubahan tersebut mencakup perubahan pemilik atau perubahan nama pemilik serta perubahan yang terjadi pada fisik kendaraan bermotor tersebut (seperti contoh: mobil bak terbuka dirubah menjadi mobil box). Segala informasi perubahan data harus dicatat dalam BPKB. Masa berlaku BPKB sejalan dengan masih dioperasikannya kendaraan tersebut.

Demikian ulasan kami tentang Pengertian Umum tentang Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) semoga artikel yang kami buat dapat bermanfaat untuk anda sebagai bahan pembelajaran tentang pengertian BPKB. Terima kasih telah berpartisipasi membaca artikel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar